Tantangan Implementasi Media Berbasis Ilmu Teknologi
Tantangan Implementasi Media Berbasis Ilmu Teknologi
1.Keterbatasan Infrastruktur
Tidak semua sekolah atau lembaga memiliki akses internet yang stabil.
Fasilitas perangkat (komputer, laptop, proyektor, smartphone) sering kali terbatas.
Perbedaan antara sekolah kota dan desa dalam hal ketersediaan jaringan.
2. Kompetensi Guru
Sebagian guru belum menguasai penggunaan media berbasis IT dengan optimal.
Perlu pelatihan berkelanjutan agar guru mampu beradaptasi dengan teknologi baru.
Ada resistensi dari guru yang sudah nyaman dengan metode tradisional.
3. Kesiapan Peserta Didik
Tidak semua siswa memiliki perangkat pribadi (HP/laptop).
Perbedaan kemampuan literasi digital antar siswa.
Siswa cenderung terdistraksi dengan penggunaan gadget (misalnya membuka aplikasi di luar pembelajaran).
4. Masalah Biaya
Membutuhkan dana besar untuk penyediaan perangkat, perawatan, dan jaringan.
Tidak semua sekolah/orang tua mampu menanggung biaya pembelian perangkat dan kuota internet.
5. Konten dan Aksesibilitas
Tidak semua materi pembelajaran tersedia dalam bentuk digital.
Kualitas media pembelajaran berbasis IT sering bervariasi.
Beberapa konten membutuhkan penyesuaian dengan kurikulum nasional.
6. Keamanan dan Etika
Potensi penyalahgunaan teknologi (cyberbullying, plagiarisme, akses konten negatif).
Perlunya pendidikan etika digital (digital citizenship).
Ancaman keamanan data siswa dan guru.
7. Budaya dan Pola Pikir
Sebagian masyarakat masih menganggap pembelajaran konvensional lebih efektif.
Adanya kesenjangan generasi (digital native vs digital immigrant).
Adaptasi terhadap perubahan yang cepat sering kali sulit diterima.
Kesimpulan
Implementasi media berbasis IT dalam pembelajaran sangat bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas dan interaktivitas belajar. Namun, tantangan infrastruktur, kompetensi, biaya, serta kesiapan guru dan siswa perlu diatasi melalui:

Komentar
Posting Komentar